Abang Rooy Leutuan

Januari 22, 2010

Modul Penyimpangan Sosial

Filed under: Uncategorized — Harun Al Rasyid Leutuan @ 1:35 pm

Modul Penyimpangan Sosial

BAB I
PENDAHULUAN
A. Tujuan Pada Akhir Pembelajaran

Sandar Kompetensi: Memahami masalah penyimpangan sosial.

Kompetensi Dasar :

  • Mengidentifikasi berbagai enyakit sosial (miras, judi, narkoba, HIV/AIDS, PSK, dan sebagainya) sebagai akibat penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat.
  • Mengidentifikasi berbagai upaya pencegahan penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat.

Indikator

  1. Siswa mampu menjelaskan pengertian penyimpangan sosial.
  2. Siswa mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk penyimpangan sosial berdasarkan sifat, tempat, intensitas dan pelakunya.
  3. Siswa mampu menjelaskan factor-faktor penyebab terjadinya penyimpangan sosial.
  4. Siswa mampu menjelaskan beberapa dampak penyimpangan sosial dalam keliarga dan masyarakat.
  5. Siswa mampu menjelaskan beberapa penyakit sosial akibat penyimpangan sosial.
  6. Siswa mampu menjelaskan sikap simpati terhadap pelaku penyimpangan sosial.
  7. Siswa mampu menjelaskan usaha-usaha pencegahan penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat.

B. Prasyarat
Siswa diharapkan telah menguasai atau sudah lulus dalam kompetensi dasar jenjang pendidikan sebelumnya yaitu kelas  SMP Kelas VI dan VII.
C. Waktu yang Dibutuhkan
45 menit X 2 Pertemuan.
D. Kompetensi (Kriteria Ketuntasan Minimal)

No    KD    Intake    Daya Dukung    Kompleksitas    Jumlah    Prosentase
1.
2.    1
2    4
4    3
4    2
3    9
3    9/12X100=75%
3/12X100=83%

Dari kompetensi diatas, maka siswa diharapkan menguasai 75% materi keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan, dan dampaknya terhadap kehidupan dan 83% materi kehidupan pada masa praaksara masyarakat Indonesia.
BAB II
URAIAN MATERI
PENYIMPANGAN SOSIAL

A.    Penyakit Sosial Akibat Penyimpangan Sosial
Dalam Masyarakat kita menemukan suatu keadaan atau kondisi seseorang atau kelompok orang mulai tidak patuh pada aturan, tata tertib, dan mengabaikan nirma. Itulah suatu keadaan atau kondisi yang disebut dengan penyimpangan sosial.

1.    Pengertian penyimpangan sosial
a.    Perilaku setiap indivudu atau anggota masyarakat yang menyimpang dari norma-norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat (Sadali dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu, 2007)
b.    Setiap perilaku yang dinyatakan sebagai suatu pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat (Sulisyono, Ilmu Pengetahuan Sosial, 2007)
c.    Perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi (James W. van der Zanden, Wibowo Rohadi dkk, SOSIOLOGI, )

2.    Bentuk-Bentuk Penyimpangan Sosial dan Contohnya
a.    Berdasarkan Intensitasnya
Menurut jenisnya terdapat dua kategori perilaku menyimpang, yaitu
(1)    Penyimoangan Primer (Primari Deviation)
Yaitu perilaku menyimpang yang pertama kali dilakukan seseorang. Bisa juga diartikan penyimpangan yang dilalkuakan hanya bersifat temporer atau hanya pada waktu-waktu tertentu saja dan tidak berulang-ulang. Contohnya seorang warga masyarakat terpaksa mencuri karena tidak bekerja dan harus memebeli obat untuk anaknya yang sakit.
(2) Penyimpangan Sekunder (Secondari Deviation)
Yaitu perilaku menyimpang yang merupakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya atau penyimpangan sosial yang dilakukan berulang kali dan secara khas memperlihatkan perilaku menyimpang. Contoh penyimpangan sekunder antara lain orang yang mempunyai kebiasaan mabuk atau minum-minuman keras, pencuri kambuhan, dan sebagainya.
b.    Berdasarkan Sifatnya
Berdasarkan sifatnya Penyimpangan sosial dibedakan menjadi dua, yaitu:
(1) Penyimpangan Positif
Penyimpangan Positif adalah penyimpangan yang mengarah kepada nilai-nilai ideal atau yang didambakan dalam masyarakat tetapi tidak atau belum dietrima oleh warga masyarakat karena waktunya kurang tepat. Akibatnya orang yang melakukan penyimpangan sosial positif ini akan mendapat celaan.
(2) Penyimpangan Negatif
Penyimpangan negatif adalah penyimpangan yang mengarah kepadai nilai-nilai yang dipandang rendah, tercela dan melanggar pedoma-pedoman dalam masyarakat. Penyelewengan negatif ini dinilai sebagai perbuatan yang di bawah standar hidup masyarakat. Artinya orang yang melakukan penyimpangan negatif ini kedudukannya di masyarakat sangat rendah bahkan tidak dapat diterima.
c.    Berdasarkan Tempat atau Ruang Lingkupnya
Berdasarkan tempat atau ruang lingkupnya penyimpangan sosial dibedakan mewnjadi dua macam, yaitu:
(1) Penyimpangan Sosial Dalam Keluarga
Penyimpangan sosial dalam keluarga adalah penyimpangan sosial yang terjadi dalam lingkungan keluarga. Pelaku penyimpangan dalam hal ini adalah anggota keluarga, bisa anak, ibu atau ayah. Contoh penyimpangan dalam keluarga yaitu seorang Ibu tidak lagi mengurus urusan keluarga justru mementingkan diri sendiri, ikut fitnes, sering ngobrol tanpa mengingat waktu, dan sebagainya.
(2) Penyimpangan Sosial Dalam Masyarakat
Penyimpangan sosial dalam masyarakat adalah penyimpangan sosial yang terjadi dalam mayrarakat. Penyimpangan sosial dalam mayrarakat terjadi jika seseorang atau kelompok orang anggota masyarakat melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kaidah-kaidah atau aturan dalam masyarakat. Beberapa contoh penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat antara lain: terjadinya peristiwa pembunuhan, pencurian, pemerkosaan dan lain sebagainya.
d.    Berdasarkan Pelakunya
Pelaku penyimpangan sosial adalah manusia, bisa dalam bentuk individu atau kelompok. Berdasarkan pelakunya, penyimpangan sosial dibagi dua, yaitu:
(1) Individual (Individual Deviation)
Penyimpangan individual yaitu penyimpangan  yang dilakukan oleh seseorang yang telah mengabaikan dan menolak norma-norma yang telah berlaku dalam kehidupan masyarakat. Misalnya seorang anak yang membunuh ibunya, seorang ayah yang memperkosa ibunya, Penyimpangan dan lain sebagainya.
(2) Penyimpangan Kelompok (Group Deviation)
Penyimpangan kelompok yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompok, padahal norma tersebut bertentangan dengan norma masyarakat yang verlaku pada umunya. Misalnya: perkelahian pelajar atau tawuran pelajar.
(3) Penyimpangan Campuran (Mixture Of Both Deviation)
Yaitu perilaku menyimpang yang dilakukan oleh golongan sosial yang terorganisir secara rapi, sehingga individu ataupun kelompok di dalamnya tunduk dan taat pada norma-norma golongan. Padahal secara keseluruhan mereka mengabaikkan norma-norma masyarakat yang berlaku. Misalnya: “Kapak Merah” merupakan kelompok perampok/penjabret yang terorganisir secara rapiu. Mereka menjalankan aksinya di persimpanganlampu merah yang ada di Jakarta (Sadali dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu, 2007).
3.    Faktor-Faktor penyebab Terjadinya Penyimpangan Sosial
Terjadinya penyimpangan pada diri seseorang, dikarenakan oleh beberapa factor. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan penyimpangan perilaku seseorang, antara lain sebagai berikut:
a.    Adanya Kelompok Yang Tidak Puas Dengan Kondisi Masyarakat
(1)    Golongan Moderat
Golongan moderat adalah kelompok masyarakat yang setujudengan dasar Negara yaitu Pancasila dan UUD 1945 namun tidak setuju dengan pelaksanaannya.Golongan ekstrem terdiri atas dua macam, yaitu
(2)    Golongan Ekstrem
Golongan ekterm adalah golongan yang tidak setuju dengan ideologi Pancaila dan UUD 1945. Golongan ekstrem dibagi dua macam, yaitu:
1.    Golongan ekstrem kanan, yaitu golongan yang tidak puas terhadap pola dasar haluan masyarakat atau Negara yang mereka anggap tidak sanggup menjamin tercapainya nilai spiritual keagamaan yang merka anut. Contoh golongan ekstrem kanan yaitu adanya kelompok agama Islam yang fundamentalis seperti: Dsrul Islam dan Kelompok Kartosuwiryo.
2.    Golongan eksterm Kiri, adalah sekelompok masyarakat yang menganggap bahwa pola dasar yang berlaku tidak sanggup mencapai nilai-nilai material secara memuaskan. Golongan ektrem kiri yang dikenal dalam sejarah Indonesia adalah Gerakan 30 S/PKI. Mereka mau merubah pancasila dan UUD 1945 (ideologi Negara) dengan ideology Marxisme dari RRC.
b.    Tidak Sanggup Mengikuti Peraturan Dalam Masyarakat
(1)    Penderita gangguan mental atau Jiwa
Kelompok ini melakukan penyimpangan sosialtidak bermaksud jahat tetapi karena gangguan jiwa. Kelompok masyarakat seperti ini sering kali dikelompokkan di tempat-tempat khusus demi kepentingan umum, seperti rumah sakit jiwa. Penderita gangguan jiwa ini , biasanya kalau dibiarkan hidup bersama di masyarakat sering menimbulkan penyimpangan sosial, seperti mengganggu orang lain, melempari orang, berpakaian tidak sopan, dan lain-lain.
(2)    Penderita cacat tubuh atau fisik
Masyarakat yang termasuk kelompok penderita cacat fisik ini antara lain: penderita bisu, tuli, buta, usia lanjut, dan sebagainya. Penderita cacat fisik ni kadang menimbulkan penyimpangan sosial, misalnya bersalaman dengan tangan kiri karena tangan kanannya putus, menulis dengan jari kaki karena tangannya putus, dan sebagainya.
(3)    Kelompok kriminal
Kelompok criminal adalah kelompok masyarakat yang melakukan tindak kejahatan dan terbukti melanggar peraturan yang berlaku. Termasuk criminal atau penjahat ini antara lain: pembunuh, perampok, pencuri, dan sebagainya.
c.    Pendidikan Keluarga Yang Terlalu Keras
Ada beberapa orang tua yang mendidik anaknya terlalu keras, jika anak tidak menurut dihukum, dimarahi bahkan sering kali dipukul. Akibatnya anak-anak di rumah merasa tertekan dan serba tidak bebas. Dampak negatifnya anak tersebut berontak, mungkin dirumah dia pendiam dan penurut tetapi diluar rumah dia berbuat menyimpang sebagai pelampiasan rasa kesalnya dirumah.
d.    Pengaruh Lingkungan Pergaulan
Pengaruh lingkungan pergaulan sangat kuat dari pada lingkungan pergaulan di keluarga. Pada dasarnya mungkin kepribadian seseorang itu baik, tetapi karena lingkungan pergaulannya dengan orang-orang yang melakukan penyimpangan sosial, lama-kelamaan dia terpangaruh melakukan penytimpangan sosial. Contoh meskipun di rumah penurut, karena lingkungan pergaulannya dengan anak-anak yang suka mabuk-mabukan, maka ia ikut-ikutanmabuk.
e.    Pengaruh Berita dan Tayangan Media Masa
Pakaian yang dipakai para artis di telavisi terlalu terbuka, sehingga bisa menimbulkan nafsu bagi yang menonton. Dampak negatifnya, banyak terjadi tindak pemerkosaan. Belum lagi tayangan yang lain, seperti film-film adegan perkelahian, tawuran dan sebagainya semua itu jelas akan berpengaruh terhadap penyimpangan sosial yang dilakukan mesyarakat terutama rara remaja dan anak-anak (Sadali dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu, 2007).
f.    Dorongan Kebutuhan Ekomomi
Perilaku menyimpang ini disebabkan oleh dorongan kebutuhan ekonomi. Seseorang terdesak dengan kebutuhan ekonominya, sementara ia memiliki pekerjaan atau malas bekerja. Jika tidak memiliki iman yang kuat atau tidak dapat mengendalikan diri, maka dapat terdorong untuk berperilaku menyimpang. Misalnya: penjabret, pencuri, pelacur, berjudi, korupsi, dan bahkan bunuh diri.
g.    Pelampiasan Rasa Kecewa
Perilaku menyimpang ini disebabkan oleh pelampiasan rasa kecewa yang mendalam, apabila tidak bisa mengalihkan rasa kecewaan tersebut kehal-hal yang positif, ia dapat melakukan perilaku menyimpang sebagai usaha pelaian atau pelampiasan terhadap rasa kecewanya. Misalnya, seseorang yang kecewa ditinggal kekasihnya, karena cintanya yang sangat mendalam, sampai-sampai dia bunuh diri.
h.    Keinginan Dipuji atau Meningkatkan Gengsi Sosial
Perilaku menyimpang ini disebabkan oleh factor dari dalam yaitu keinginan dipuji atau sekedar untuk gaya-gayaan untuk meningkatkan gengsi sosial dilingkungan pergaulan. Hal ini terutama sering terjadi pada diri remaja. Misalnya penylahgunaan narkotika dan berkelahi yang dilakukan agar dia terlihat hebat yang menjadikan dia menjadi orang nomor satu diantara teman-temannya.
i.    Keluarga Yang Terpecah atau Broken Home
Perilaku menyimpang ini sumbernya dari keluarga, yakni keluarga mengalami apa yang disebut broken home. Dalamkeluarga sudah tidak adalagi keharmonisan dan kedamaian, anggota-anggota keluarga seakan sudah saling mementingkan dirinya sendiri dan tidak ada saling kecocokan. Anak merasa keluarga sebagai neraka, akhirnya anak mencari kesenangan di luar rumah dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang menyimpang. Misalnya menelan obat-obat terlarang, demikian juga ayah mencari idaman lain dan juga ibu mencari pria idaman lain (Sulisyono, Ilmu Pengetahuan Sosial, 2007).
j.    Disebabkan Oleh Beberapa faktor
1.Biologis
Misalnya orang yang lahir sebagai pencopet atau pembangkang. Ia membuat penjelasan mengenai “si penjahat yang sejak lahir”. Berdasarkan ciri-ciri tertentu orang bisa diidentifikasi menjadi penjahat atau tidak. Ciriciri fisik tersebut antara lain: bentuk muka, kedua alis yang menyambung menjadi satu dan sebagainya.
2.Psikologis
Menjelaskan sebab terjadinya penyimpangan ada kaitannya dengan kepribadian retak atau kepribadian yang memiliki kecenderungan untuk melakukan penyimpangan. Dapat juga karena pengalaman traumatis yang dialami seseorang.
3.Sosiologis
Menjelaskan sebab terjadinya perilaku menyimpang ada kaitannya dengan sosialisasi yang kurang tepat. Individu tidak dapat menyerap norma-norma kultural budayanya atau individu yang menyimpang harus belajar bagaimana melakukan penyimpangan (Casare Lombroso)
4.    Dampak Penyimpangan Sosial

1. Dampak Penyimpangan Sosial Terhadap Diri Sendiri/ Individu
Seseorang yang melakukan tindak penyimpangan oleh masyarakat akan dicap sebagai penyimpang (devian). Setiap tindakan yang bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat akan dianggap sebagai penyimpangan dan harus ditolak. Akibat tidak diterimanya/ditolak perilaku individu yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat.
a. Terkucil
Pengucilan umumnya dilakukan oleh masyarakat dengan tujuan supaya pelaku penyimpangan menyadari kesalahannya. Pengucilan dalam berbagai bidang, antara lain: hukum, adapt/budata dan agama. Pengucilan secara hokum, melalui penjara, kurungan dan sebagainya. Pengucilan melalui agama pada agama tertentu yang tidak boleh diterima oleh si pelaku menyimpang.
b. Terganggunya perkembangan jiwa
Secara umum pelaku penyimpangan sosial akan tertekan secara psikologis karena ditolak oleh masyarakat.baik penyimpangan ringan maupun penyimpangan berat akan berdampak pada terganggunya perkembangan mental atau jiwanya, terlebih-lebih pada penyimpangan yang memang diakibatkan dan mempunyai sasaran pada jaringan otaknya, misalnya pada pelaku penyalahgunaan narkoba dan kelainan seksual
b.    Rasa bersalah
Sebagai manusia yang merupakan makhluk yang berakal budi, mustahil jika seorang pelaku tindak penyimpangan tidak pernah merasa malu, merasa bersalah bahkan merasa menyesal telah melangar norma-norma masyarakatnya. Sekecil apapun rasa bersalah itu pasti akan muncul karena tindak penyimpangan tersebut telah merugikan orang lain, hilangnya harta benda bahkan nyawa (Herdianto Arief C, 2008)

Suasana persidangan
2.   Dampak Penyimpangan Sosial Dalam Keluarga Dan Masyarakat
a.    Dampak positif
Penyimpangan sosial yang berpengaruh positif tentu saja jenis penyimpangan positif dan dampaknya baru dirasakan setalah beberapa waktu penyimpangan tersebut berlangsung. Sebagai contoh dulu pada aal pengenalannya pupuk kimia dianggap sebagai bentuk penyimpangan positif, sekarang orang baru menyadari bahwa manfaatnya sangat besar. Beberapa dampak positif dampak adanya penyimpangan sosial dapat disimak pada uraian berikut:
(1) Wawasan dan pengetahuan warga masyarakat secara umum meningkat.
(2) Masyarakat mendapatkan kemudahan dalam hidup, dalam bekerja, belajar, dalan dalam kegiatan hidup lainnya.
(3)Terwujudnya kemajuan masyarakat, Negara atau bangsa kearah kehidupan yang lebih baik.
(4)Terwujudnya tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik, sehingga kehidupan masyarakat lebih tertib, aman, tentram, damai, dan sebagainya.
b.    Dampak negatif
Babarapa dampak negatif dari penyimpangan sosial yang berpengaruh terhadap kehidupan sosial bermasyarakat, adalah sebagai berikut.
1.    Menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan warga masyarakat dalam       melakukan kegiatan hudup sehari-hari.
2.    Menyebabkan hubungan anggota masyarakat menjadi kurang harmonis.
3.    Menyebabkan lunturnya semangat hidup bersama kegotongroyongan yang selama ini telah berjalan baik.
4.    Semakin menipisnya rasa saling menghormati dan menghargaiantar anggota    masyarakat.
5.    Mencemarkan nama baik masyarakat lingkungannya, sehingga masyarakat lain  menganggap masyarakat kita tidak baik.
6.    Mencetak dan menciptakan generasi penerus yang kurang berkualitas, bahkan cacat secara sosial.
7.    Sedikit demi sedikit melunturkan unsure-unsur sosial budaya yang telah mapan dan meninggalkannya.
8.    Semakin meningkatnya kenakalan remaja, yang disebabkan unsure-unsur budaya yang kurang baik.
9.    Semakin meningkatnya tindak kejahatan atau kriminalitas, terutama di kota-kota besar dan negara-negara maju, dan sebagainya. (Sadali dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu, 2007)
5.    Beberapa Penyakit Sosial Akibat Penyimpangan Sosial
a.  Penyimpangan seksual
Penyimpangan-penyimpangan seksual bentuknya berupa tindakan mengubah jenis kelamin dan menyalahi takdir manusia secara wajar. Penyimpangan seksual secara garis besar dibedakan menjadi dua, yaitu:
(1)    Homoseksual
Homo seksual adalah sikap seseorang yang cenderung tertarik pada orang lain yang berjenis kelamin sama atau sejanis. Contoh seorang laki-laki tertarik atau jatuh cinta pada sesame laki-laki (homosek), atau seorang perempuan yang tertarik atau jatuh cinta pada rekan sesame perempuan (lesbian).
(2)    Transeksual
Transeksual adalah seseorang dengan melakukan tindakan mengubah karakteristik sosialnya atau bengubah jenis kelaminnya. Contoh seorang laki-laki mengubah jenis kelaminnya menjadi jenis kelamin perempuan melalui operasi.
b. Alkoholisme
Alkoholisme adalah kebiasaaan melakukan minim-minuman keras atau minuman yang mengandung alkohol. Minuman beralkohol mengandung racun yang akan berdampak pada penekanan atau depresan system syaraf. Jika syaraf tertekan, oaring akan kehilangan kemampuan mengendalikan baik baik secara fisik, kejiwaan maupun sosial. Hal inilah yang menyebabkan seseorang menjadi mabuk dan sering berbuat orang dan keributan atau perkelahian bahkan kadang menyebabkan terjadinya pembunuhan.
c.     Perkelahian antar pelajar
Perkelahian antar pelajar merpakan perilaku menyimpang, sebab bertentangan dengan norma dan nilai sosial bahkan norma agama norma-norma dalam masysrakat menganjurkan kerukunan dan kedamaian bukan perkelahian. Demikian juga agama menganjurkan kerukunan dan  persatuan serta melarang bermusuhan dan perkelahian.
Perkelahian antar pelajar mestinya tidak perlu terjadi, karena mereka adalah orang yang berpendidikan. Seorang yang berstatus pelajar mempunyai peran utama untuk belajar dan menuntut ilmu dan menguasai berbagai keterampilan atau kemampuan yang diperlakukan saat terjun di masyarakat atau tempat kerja. Mereka dibina oleh guru-gurunya (dan juga orang tuanya) untuk mematuhi nilai dan norma di masyarakat agar mereka menjadi warga masyarakat yang baik (Sadali dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu, 2007).
d. Kejahatan
Kejahatan atau itndak kriminal merupakan merupaka suatu bentuk penimpangan terhadap aturan dan perundang-undangan yang berlakua di masyarakat. Kejahatan ini dilakukan terhadap manusia dan ada yang dilakukan terhadap agama.
Kejahatan yang dilakukan terhadap manisia terhadap manusia lainnya, misalnya: pemerkosaan penganiayaan, pembunuhan, penodongan, perampokan, dan lain sebagainya. Kerugian akibat kejahatan tersebut bisa dalam bentuk kehilangan harta benda, cacat tubuh, bahkan juga kehilangan nyawa. Adanya perilaku-perilaku menyimpang dalam bentuk kejahatan ini bisa mendatangkan rasa tidak aman bagi masyarakat.
Perilaku kejahatan terhadap Negara dapat dilakukan secara individu atau sekelompok orang. Dalam bentuk perorangan, misalnya seseorang yang melakukan penghinaan atau pembunuhan terhadap kepala Negara, seseorang yang melakukan pelanggara atau pelecehan terhadap undang-undang Dasar Negara, dan sebagainya. Sedangkan kejahatan terhadap Negara yang dilakukan oleh sekelompok orang, misalnya pemberontakan terhadap Negara, kudeta (perebutan kekuasaan), dan lain sebagainya.
e. Penyalahgunaan narkotika
Penyalahgunaan narkotika adalah menggunakan narkotika diluar pengobatan. Narkotika dan sejenisnya yang lain seperti opium, ganja, candu, morfin, dan sebagainya adalah bahan atau zat yang dapat membuat seseorang yang menggunakannya kehilangan kesadaran.narkotika secara sah digunakan secara medis atau pengobatan, misalnya untuk mengurangi rasa sakit pada saat orang akan diobati atau dioperasi.
Penyalahgunaan narkotika ternyata banyak dilakukan oleh para remaja. Mereka yang menggunakan mingkianatas dasar coba-coba atau rasa ingin tau yang besar karena dipengaruhi teman atau sebagai upaya melarikan diri dari kesulitan atas kekecewaan hidup. Seseorang yang sudah ketagihan atau kecanduan akan menyalahgunakan narrkotika secara berulang kali. Keadaan yang sampai kecanduan ini yang sulit untuk mengatasinya.
Penylahgunaan untuk sesaat memang dapat mendatangkan kesenangan bagi pemakainya, namun sebenarnya akibat negatifnya jauh lebih buruk. Akibat-akibat negative yang dapat ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkotika, antara lain sebagai berikut.
(1) Kehilangan Semangat
Yaitu kehilangan semangat untuk belajar, bekerja, dan melakukan aktifitas lain. Penggunaan narkotika sering menjadikan seseorang menjadi malas, kesukaannya hanya mengkhayal saja.
(2) Kondisi Fisik yang Tidak Sehat
Yaitu kehilangan daya tubuh yang mengakibatkan fisik tidak sehat. Hal ini karena menggunakan narkootika dan sejenisnya akan membuat jaringan saraf terganggu dan menimbulkan infeksi.
(3) Lemahnya Sumber Daya Manusia
Sunber daya manusia yang potensial untuk membangun masa depanbangsa adalah pemuda. Bila pemuda suatu bangsa rusak, maka masa depan bangsapun akan hancur. Untuk itulah sedapat mungkian pemuda menghindari dari bahaya narkotika dan sejenisnya.

(4) Menimbulkan Tindakan Krtiminal
Seorang pecandu narkotika, untuk memenuhi kebutuhannya akan melakukan berbagai cara. Apalagi jika ia tidak mempunyai uang maka ia akan melakukan segala cara yang tidak benar. Misalnya: mencuri, merampok, bahkan tega untuk membunuh orang.
g.    f. Perjudian
Perjudian merupakan perbuatan mencari keuntungan yang dilakukan oleh seseorang dengan orang lainnya dengan cara spekulasi (untung-untungan). Perbuatan ini jelas melanggar norma agama dan norna-norma yang berlaku di masyarakat karena perbuatan ini dapat mengakibatkan seseorangmenjadi malas dan hidupnya sengsara. Kehidupan mereka hanya disibukkan dengan mengkhayal untuk memperoleh keuntungan, bahkan dapat mengganggu ketentraman masyarakat dan dapat juga menimbulkan tindakan criminal. Misalnya, melakukan segala cara untuk mendapatkan uang untuk berjudi, seperti dengan jalan merampok dan membunuh.

Perjudian sebagai salah satu bentuk penyimpangan sosial dalam masyarakat memebawa akibat-akibat lebih lanjut, antara lain sebagai berikut:
(1)    Mendorong orang untuk melakukan penggelapan uang kantor atau dinas dan melakukan tindak korupsi.
(2)    Energi dan pikiran jadi berkurang, karena sehari-harinya didera oleh nafsu judi dan kerakusan ingin menanga dalam waktu singkat.
(3)    Badan jadi lesu dan sakit-sakitan karena kurang tudur serta selalu dalam keadaan tegang dan tidak imbang.
(4)    Pikiran jadi kacau sebab selalu digoda oleh harapan-harapan yang tidak menentu.
(5)    Pekerjaan jadi terlantar karena seluruh pikirannya tercurah [ada keasyikan berjudi.
(6)    Keluarga tidak lagi diperhatikan.
h.    g. Prostitusi atau pelacuran
Prostitusi merupakan bentuk penyimpangan seksual dengan pola-pola organisasi inplus atau dorongan seks yang tidak wajar dan tidak terintegrasi. Prostitusi juga merupakan bentuk pelampiasan nafsu-nafsu seks tanpa kendali dengan banyak orang (promiskuitas)disertai eksploitasi dam komersialisasi seks yang impersonal.

Prostitusi atau pelacuran sebagai bentuk penyimpangan sosial memiliki beberapa motif yang melatarbelakanginya, antara lain sebagai berikut.
(1)    Tekanan ekonomi dan faktor kemiskinan
(2)    Kesenangan yang tinggi pada diri wanita terhadap pakaian-pakaian indah dan perhiasan mewah. Dengan perkataanlain ingin hidup bermewah-mewahan, namun malas bekerja.
(3)    Disorganisasi dan disintegrasi kehidupan keluarga. Broken home karena orang tua bercerai.
(4)    Ajakan teman sekampung atau sekota yang sudah terjun terlebih dahulu kedunia pelacuran.
Selain motif-motif pendorong prostitusi  atau pelacuran, berikut ini akan diuraikan beberapa alibat yang ditimbulkan dari prostitusi, yaitu sebagai berikut
Menimbulkan dan menyebarluaskan penyakit kelamin dan kulit. Penyakit yang paling banyak terdapat adalah AIDS, Isyphilis, dan gonorhome (kencing nanah).
(1)    Menimbulkan dan menyebarluaskan penyakit kelamin dan kulit. Penyakit yang paling banyak terdapat adalah AIDS, isyphilis dan gonorhome (kencing nanah).
(2)    Merusak sendi-sendi kehidupan keluarga.
(3)    Mendemoralisir atau memberikan pengaruh demoralisasi kepada lingkungan, khususnya generasi muda.
(4)    Merusak sendi-sendi moral, susila, hokum, dan agama (Sulisyono, Ilmu Pengetahuan Sosial, 2007).

2.    Sikap Simpati Terhadap Pelaku Penyimpangan Sosial
Sebagai waraga masyarakat yang bauk kita harus  bersiakap bijaksana, tidak mudah marah dan bersikap simpati terhadap orang lain, sekalipun orang itu pernah sekilipun masih melakukan tindak menyimpang sosial. Dengan siakp simpati, orang akan segan dan menghormati kita. Bersiakap simpati kepada masyarakat kepada siapa saja penting, lebih-lebih pada pelaku tindak penyimpangan sosial. Hal ini paling berpengaruh, paling tidak mereka enggan dan segan untuk berbuat baik kepada kita.
a.    Saat bergaul dengan orang-orang yang melakukan penyimpangan sosial, janganlah membicarakan tentang kejelekannya.
b.    Setiap membicarakan kemajuan-kemajuan kampong atau masyarakat, ajaklah berbicara dan berilah kesempatan mereka untuk ikut andil.
c.    Hormatilah dan perlakukan mereka dengan baikseperti menghormati orang lain dan menghormati orang lain yangtidak melakukan penyimpangan sosial.
d.    Berilah kepervayaan penuh kepada mereka dan hilangkan perasaan curiga.
e.    Ketika dia sedang melakukan penyimpangan sosial atau kejahatan, janganlah       diperlakukan dengan semena-mena.
Dengan sikap simpati orang akan merasa dihormati dan dihargai, tetapi dengan sikap keras dan permusuhan, orang akan merasa dilecehkan dan di tantang (Sadali dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu, 2007).

B.     Upaya-Upaya pencegahan penyimpangan Sosial
Upaya pencegahan terhadap penyimpangan sosial dapat dilakukan di lingkungan kelurga dan masyarakat. Berikut ini akan diuraikan lebih lanjut mengenai bentu-bentuk upaya pencegahan tersebut.
1. Keluarga
Keluarga merupakan media sosialisasi primer. Keluarga memegang peranan primer yang sangat penting dalam upaya pencegahan penyimpangan sosial. Melalui sosialisasi akan penanaman nilai dan norma pada seorang individu, upaya pencegahan terhadap penyimpangan sosial dapat berjalan efektif. Dalam hal ini, tujuan dari sosialisasi antara lain sebagai berikut.
a.    pembentukan konsep diri
b.    pengembangan ketarampilan.
c.    Pengendalian diri.
d.    Pelatihan komunikasi.
e.    Pembiasaan aturan.
Selain sosialisasi dalam keluarga, terdapat upaya lain yang bersifat intern dari individu, yaitu kepribadian yang kuat dan teguh, maka ia akan dapat mengontrol tingkah lakunya. Selain itu juga akan mempunyai pola pikir, pola prilaku, dan pola interaksi yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dimasyarakatnya.

2. Masyarakat
Upaya pencegahan terhadap penyimpangan sosial juga dapat dilakukan di salam masyarakat, antara lain sebagai berikut.
a.    Menanamkan atau mempertahankan keyakinan para anggota kelompok masyarakat akan adanya peraturan-peraturan atau norma-norma yang masih berlaku.
b.    Menciptakan lembaga-lembaga tertentu yang berhubungan dengan pemeliharaan tata tertib, kesopanan atau memberikan sanksi-sanksi yang tegas terhadap para anggota yang melakukan penyimpangan.
c.    Memberikan contoh-contoh konkrit tentang cara-cara bersikap dan bergaul dalam kehiduoan bermasyarakat.
d.    Menjalankan peraturan dan sanksi dengan konsisten agar anggota masyarakat memiliki kepatuhan akan hokum sehingga penyimpangan sosial dapat dicegah.
e.    Memberikan penyuluhan, penataran, maupun diskusi secara berkesinambungan agar anggota masyarakat yang melakukan penyimpangan dapat mematuhi nilai dan norma yang berlaku.
Dalam masyarakat Indonesia terdapat tiga intitusi atau lembaga pusat yang diakui secara resmi dan diterima oleh masyarakat umum, yaitu:
1. Lembaga atau institusi pemerintah atau lembaga hukum
Lembaga atau institusi pemerintah atau lembaga hukum ini terdiri atas kejaksaan dan kehakiman. Lembaga atau institusi ini, selain mengawasi dan menilai penyimpangan-pengimpanan sosial, juga mengadili dan memberi hukuman kepada pelaku penyimpangan sosial yang terbukti bersalah.
2. Lembaga agama
Lembaga agama ini bertugas mengawasi dan membina serta mengarahkan terhadap penyelewengan soaial, terutama yang berkaitan penyimpangan terhadap kaidah-kaidah agama. Namun lembaga ini tidak bisa menjatuhkansanksi atau hukuman kepada pelaku penyimpangan sosial.
3. Ketua adat
Termasuk ketua adapt ini antara lain ketua adapt masyrakat Batak, ketua adapt masyarakat Bali, dan sebagainya. Ketua adapt ini juga bertugas mengawasi dan mengarahkan setiap tindakan penyimpangan sosial. Ketua adapt ini bisa memberi sanksi atau hukuman terhadap anggota sukunya yang terbukti melakukan penyelewengan sosial. Ketua adapt ini bisa memberi sanksi atau hukuman terhadap anggota sukunya yang terbukti melakukan penyelewengan sosial dan melanggar hukum adat (Sulisyono, Ilmu Pengetahuan Sosial, 2007).
Dalam menghadapi pelaku penyimpang ada beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

a.    Sanksi
Sanksi diperlukan untuk menjamin tercapainya tujuan dan dipatuhinya norma-norma. Pada pelaku penyimpangan sudah selayaknya mendapatkan sanksi yang tegas, yang berupa hukuman yang tegas sesuai dengan undang-undang yang berlaku demi pemulihan keadaan masyarakat untuk tertib dan teratur kembali.
b.    Pnppenyuluhan
Melalui jalur penyuluhan, penataran ataupun diskusi-diskusi dapat disampaikan kepada masyarakat penyadaran kembali pelaksanaan nilai, norma dan peraturan yang berlaku. Kepada pelaku penyimpangan sosial kesadaran kembali untuk berlaku sesuai dengan nilai, norma dan peraturan yang berlaku yang telah dilanggarnya, harus melalui penyuluhan secara terus menerus dan berkesinambungan. Terlebih-lebih pada pelaku tindak kejahatan/ kriminal. Peran lembaga-lembaga agama, kepolisian, pengadilan, Lembaga Permasyarakatan (LP) sangat diharapkan untuk mengadakan penyuluhanpenyuluhan tersebut (Herdiyanto Arief, 2008).

Suasana Seminar/penyuluhan/diskusi

3. Pribadi
Sebagai pelajar juga harus berperan akrif dalam upaya pengendalian sosial mengatasi berbagai penyimpangan. Upaya-upaya secara pribadi ini dapat dilakukan sebagai berikut:
a.    Mengerti dan menyadari tentang bahaya berbagai penyimpangan sosial, baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat umum.
b.    Menjauhi atau tidak bergaul akrap dengan orang-orang yang melakukan penyimpangan sosial.
c.    Mengetahui dan menyadari akibat yang akan timbul dari penyimpangan sosial.
d.    Berusaha selalu mengikuti pembinaan-pembinaan agama, moral dan akhlak (Sadali dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu, 2007).
B. Sikap Dalam Menghadapi Penyimpangan Sosial
Dalam menghadapi baik sebelum maupun sesudah terjadinya penyimpangan ada beberapa sikap yang harus kita lakukan, antara lain:

a.    Tidak mudah terpengaruh
Jika kita mempunyai kepribadian yang kuat dan teguh niscaya kita tidak mudah atau gampang terpengaruh pada hal-hal yang tidak baik atau menyimpang. Seandainya setiap insan/individu masing-masing mempunyai kepribadian yang matang, maka pengaruh buruk tidak akan bisa membuatnya berperilaku menyimpang, dunia ini akan damai, tenang dan tentram.
b.    Berpikir positif (Positive Thinking)
Segala sesuatu yang kita pikirkan hendaknya mengenai hal-hal yang baik (positif). Dengan berpikir positif maka kita akan berperilaku dan berbuat hal yang positif pula. Penyimpangan sosial tidak akan muncul dari individu-individu yang berpikir positif (positive thinking). Kepada pelaku tindak penyimpangan kita juga harus mampu menunjukkan sikap positive thinking, sehingga pelaku penyimpangan tersebut akan mampu dan mau meneladani kita, yang pada akhirnya dia akan tidak lagi berperilaku menyimpang.
c.    Mengurangi Arogansi dan Sikap Eksentrik
Tanpa adanya kesombongan dan menonjolkan sifat unik/eksentrik kita, maka tindakan/pelaku penyimpangan tidak akan muncul. Karena apabila kita memiliki dua sikap tersebut akan menimbulkan tindakan penyimpangan serta pelaku penyimpang yang lain akan merasa dirinya tersaingi sehingga ia akan berbuat lagi penyimpangan demi penyimpangan (Herdianto.C Arief, 2008).

Rangkuman
1.    Penyimpangan sosial adalah suatu perilaku yang diekspresikan oleh seeorang atau beberapa orang anggota masyarakat yang secara disadari atau tidak disadari, tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat.
2.    Dilihat dari jumlah pelakunya, perilaku menyimpang dibedakan atas penyimpangan individu, penyimpangan kelompok, dan penyimpangan campuran.
3.    Beberapa penyakit sosial akibat penyimpangan sosial antara lain: minuman keras, perjudian, penyalahgunaan narkoba, prostitusi atau pelacuran, korupsi, perkelahian, dan kejahatan atau tindak kriminal lainnya.
4.    Faktor penyebab penimpangan sosial, yaitu sikap mental yang tidak sehat, dorongan kebutuhan ekonomi, pelampiasan rasa kecewa, pengaruh lingkungan dan media massa, keluarga yang terpecah dankeinginan dipuji.
5.    Upaya pencegahan penyimpangan sosial dapat dilakukan dalam lingkunagan keluarga, masyarakat dan pribadi.

Soal Latihan!!!
1.    Perbuatan seseorang yang melanggar norma dan nilai-nilai dalam masyarakat diseebut….
a. Proses sosial                    c. Revolusi sosial
b. Penyimpangan sosial                d. Aktivitas sosial
2.    Penyimpangan primer dan sekunder merupakan penggolongan penyimpangan….
a. Intensitasnya                    c. Tempatnya
b. Pelakunya                    d. Sifatnya
3.    Acara televise berikut ini bisa menyebabkan terjadinya penyimpangan sosial, yaitu….
a. Acara berita                    c. Acara jelajah
b. Film action mandarin                d. Acara satwa
4.    Seorang ibu terpaksa bekerja dimalam hari meninggalkan keluarganya demi memenuhi kebutuhan ekonomu keluarga, termasuk penyimpangan….
a. Negatif                    c. Sosial
b. Individual                d. Positif
5.    Penyimpangan dilihat dari sudut sosialisasi karena….
a. Individu tidak dapat menyerap norma cultural ke dalam kepribadiannya
b. Individu tidak mengerti nilai yang berlaku dalam masyarakat
c. Individu tidak mempunyai panutan dalam dirinya
d. Individu berada dalam situasi anomi
6.    Tuliskan empat jenis narkoba yang kamu ketahui!
7.    Sebukan empat faktor penyebab terjadinya penyimpangan soaial!

Kunci Jawaban
1.    B
2.    A
3.    B
4.    D
5.    A
6.    Opium, ganja, morvin, heroin
7.    Faktor penyebab terjadinya penyimpangan sosial, diantaranya:
a.    Adanya kelompok yang merasa tidak puas dengan kondisi masyarakat
b.    b.  Tidak sanggup mematuhi peraturan dalam masyarakat
a.    c.   Pendidikan keluarga yang terlalu keras
b.    d.   Pengaruh lingkungan pergaulan

DAFTAR PUSTAKA

mo_full.php;http://www.edukasi.net/mol/mo_full.php?moid=49&fname=sos201_04.htm. Diakses11 Mei 2008. 12:54 WIB

mo_full.php1;http://www.edukasi.net/mol/mo_full.php?moid=49&fname=sos201_05.htm. Diakses11 Mei 2008 12:56 WIB

Sadali, dkk. Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu. Bumi Aksara: Jakarta. 2007

Sulistyono, Ir. Heri, dkk. Ilmu Pengetahuan Sosial. CV. Teguh Karya: Solo. 2007

Wibowo rohadi, dkk. Sosiologi. Erlangga: Jakarta. 2007.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Buat website atau blog gratis di WordPress,com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: